Petani Banjar Pertahankan Tradisi Bahandipan pada Musim Panen

  • Whatsapp

Martapura, – Pertahankan memanen padi bersama, para petani di Desa Keramat Baru di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan melakukan tradisi Bahandipan atau tradisi secara bergantian saling membantu untuk memanen padi.

Tradisi ini dianggap mampu menyelesaikan panen padi dengan cepat. Seperti yang nampak dilakukan para petani Desa Keramat Baru, Kecamatan Martapura Timur, Senin (19/10/2020).

Bacaan Lainnya

Saat musim panen padi tiba, para petani perempuan dan laki-laki sejak pagi hari telah ramai menuju sawah. Biasanya, bahandipan ini akan berlangsung selama satu hari penuh. Bukan hanya memetik padi, tapi mereka juga memproses padi hingga proses merapai (bairik/memisahkan bulir padi dari batangnya) dan biasanya dilakukan oleh para pria.

Peralatan memanen padi hingga merapai masih menggunakan alat tradisional yang bernama Ranggaman. Sementara untuk merapai, para petani masih melakukan secara manual, yakni dengan cara digiling dengan kaki.

“Setelah selesai di sawah yang satu, maka kita pindah ke sawah yang lainnya dan semuanya dilakukan secara gotong royong alias tanpa upah,” ucap salah satu petani, Wafa.

Ia menambahkan, tradisi bahandipan ini sudah dilakukan sejak dulu dan hingga kini masih dipertahankan oleh masyarakat. “Selain proses panen jadi cepat, juga mempererat tali silaturahmi dan gotong royong,” ujar dia.

Untuk wilayah Martapura Timur telah memasuki masa panen padi. Namun lantaran tahun ini sering turun hujan, maka para petani sering pula memanen padinya di saat hujan.

“Kalau hujannya deras maka akan membuat pohon padinya jadi roboh dan akan sedikit sulit untuk dipanen, serta hama tikus juga akan lebih mudah memakan padinya. Jadi harus cepat dipetik padinya,” tutur dia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CAPTCHA