Nihil Positif Covid-19, Operasi Yustisi Tetap Jalan

  • Whatsapp

MARTAPURA,- Meski angka terkonfirmasi postif Covid-19 sudah menunjukan angka nol di Kecamatan Martapura Timur, namun aparat kepolisian dari Polsek setempat tetap melakukan operasi yustisi terhadap warga, baik pada pagi, siang hingga malam hari.

Hal ini diungkapkan oleh Kapolsek Martapura Timur Ipda Samsul Bahri saat talkshow Polisi Menyapa di Radio Suara Banjar, Kamis ( 04/03 ) siang.

Bacaan Lainnya

Menurut Samsul Bahri operasi yustisi dilakukan oleh pihaknya, sebagai dukungan terhadap program seratus hari Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, salah satunya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“ Sebelumnya Kampung Tangguh dan kali ini PPKM berskala kecil,  kita kedepankan adalah Bhabinkamtibmas, karena mempunyai kegiatan atau program yang harus dijalankan, kerjasama dengan bidan desa dan relawan,” ujarnya.

Dikatakannya, hingga saat ini ada 23 posko PPKM yang tersebar di 20 desa yang ada di wilayah hukumnya, yang berlokasi di balai desa ataupun rumah-rumah warga atau tempat lainnya. Kendati demikian, Samsul bahri tidak menampik jika selama operasi yustisi  dilakukan masih terdapat sebagain warga yang kurang kesadarannya untuk pakai masker dan jarak.

“ Ada petugas baru makai masker, petugas sudah lewat lepas lagi maskernya,   padahal yang namanya Covid itu benar-benar ada, ini yang sulit, budaya seperti ini harus dihindari,” ucapnya.

Ia juga berharap, di posko yang ada, hendaknya ada relawan aparat desa dan kepoilisian. Dimana posko dimaksud sebagai pusat informasi dan pertolongan pertama terhadap warga yang sakit kena covid-19, sehingga dari posko bisa menentukan langkah apakah harus di bawa ke rumah sakit atau karantina.

Selain tanggulangi Covid-19, Polsek Martapura Timur juga sempat tidak bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat akibat banjir yang terjadi Januari lalu, dan sibuk melakukan evakuasi terhadap warga. Dikatakan, meski sebagain warga tidak mau mengungsi dan bertahan dirumahnya, dengan alasan banjir hanya berlangsung sebentar.

“ ternyata setelah kita berikan pemahaman dan masukan bersama unsur muspika, alhamdulillah mereka mengerti dan bersedia di ungsikan, walaupun masih ada yang bertahan dengan pertimbangan harta benda mereka  yang ada di rumah,” katanya.

Ditambahkan Samsul Bahri, bahwa dampak banjir tersebut sangat luar biasa. Untuk itu ia mengimbau kepada masyarakat yang ada di wilayah hukumnya untuk bisa membuang sampah pada tempatnya yang sudah disediakan oleh pemerintah, dan rajin membersihkan saluran drainase.

“ karena saya lihat itu, beberapa warga masih membuang sampah di sungai, menurut saya itu kurang tepat,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CAPTCHA