Masrur Auf Ja’far : Wacana 3 Periode Inkonstitusional, Sudah Semestinya Ditolak

  • Whatsapp

KRITIK atas wacana kepemimpinan presiden 3 periode yang dihembuskan Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari beberapa waktu lalu, juga dilontarkan oleh politikus Kalimantan Selatan, yakni Masrur Auf Ja’far SH, MH

Masrur Auf Ja’far SH, MH Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Banjar

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Banjar ini menyebutkan gagasan mengusung Jokowi 3 periode  tersebut melawan konstitusi. “Di tengah keresahan banga akan kesehatan dan ekonomi seperti ini. Kami dari Partai Demokrat Kabupaten Banjar sarankan agar Bung Qodari sebagai inisiator Pak Jokowi kembali menjadi presiden ke 3 periode, menghentikan upayanya itu. Selain wacana ini tidak produktif, juga nyata tidak disiplin terhadap konstitusi bernegara kita,” tegasnya, di Martapura, Selasa (22/6/2021). Dia katakan, upaya M. Qodari dan kawan-kawan mengusung Jokowi 3 periode itu melawan konstitusi. Saat ini ujarnya, bangsa dalam kondisi tidak terlalu baik, khususnya secara kesehatan dan ekonomi. “Jika Qodari serius menghendaki itu, sebaiknya hentikan melakukannya di ruang publik. Langsung aja sana ke DPR, bisa apa tidak, biar cepat kelar wacana yang tak produktif ini,” tegasnya.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari mendorong agar Presiden Joko Widodo atau Jokowi memimpin Indonesia untuk periode ketiga.

Qodari menjadi salah satu sosok yang hadir dalam syukuran pendirian Sekretariat Nasional Jokowi-Prabowo 2024 di Jakarta Selatan, Sabtu (19/6/2021).

Memang dalam sambutannya ia enggan menyebut sebagai penggagas komunitas JokPro 2024. Karena ia mengklaim kalau terbentuknya komunitas tersebut menjadi gagasan dari masyarakat Indonesia.

Adapun alasan khusus menduetkan Jokowi dengan Prabowo di Pemilihan Presiden 2024 ialah untuk menghilangkan adanya polarisasi esktrem yang selama ini sudah terbentuk di masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CAPTCHA