Bupati Banjar Hadiri Rakoor Lintas Sektoral Pengamanan Nataru

  • Whatsapp

MARTAPURA,- Perayaaan Natal 2021 dan malam pergantian tahun 2022 memang bertepatan waktunya dengan musim penghujan dan tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. Untuk itulah semua stakeholder harus siap dan langsung bergerak untuk mengatasi dan menanggulanginya sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Hal ini di ungkapkan Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rikwanto saat memimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektoral, dalam rangaka pengamanan natal dan tahun baru  (Nataru) serta antisipasi penyebaran covid-19 di Kalsel secara virtual, Rabu (15/12) siang.

Bacaan Lainnya

Rikwanto yang didampingi Sekda Provinsi Kalimantan Selatan Roy Rizali Anwar dan Danrem 101 Antasari Brigjen TNI Firmansyah mengatakan, tidak hanya ancaman banjir, ancaman kebakaran juga acap kali terjadi setiap Nataru. Dirinya sangat mengapresiasi petugas pemadam kebakaran yang selama ini bertugas penuh semangat, sekaligus mengingatkan tetap hati-hati dalam melaksanakan tugasnya. Kepada semua petugas juga diminta untuk aktif di posko-posko yang didirikan.

” Mudah-mudahan bisa dipahami bagaimana persiapan kita, kita harus siap menjaga natal dan tahun baru yang aman konduaif tidak ada kejadian, kalaupun ada kita siap untuk mengatasi dan menanggilanginya, baik satgas banjir, satgas kebakaran maupun satgas covid,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Kalsel menjelaskan, sangat mendukung operasi yang akan dilakukan TNI/Polri dan instansi terkait lainnya. Dikatakan penomena La Nina  akan terjadi sampai April 2022. Sementara puncak hujan terjadi dibulan Desember hingga Januari. Hal ini disebut akan berpotensi terjadinya bencana di 19 Provinsi di Indonesia termasuk Kalsel.

” Hujan deras di Kalsel diprediksi terjadi 15 – 18 Desember 2021, mengingatkan kepada petugas untuk siaga dan hati-hati,” ujarnya.

Dari pihak PLN sendiri memastikan tidak ada pemadaman aliran listrik ketika Nataru. Namun pemadaman bisa saja terjadi ketika pohom tumbang menimpa jaringan, serta banjir yang kemungkinan semakin meninggi karena travo terancam terendam.

” info dari BMKG 17 sampai 22 Desember air pasang,  kita akan padamkam jika membahayakan warga, dan sudah disosialisasikan kepada masyarakat.  Kerjasama juga dengan DLH untuk dilakukan pemangkasan pohon, semoga aman dan terhindar dari marabahaya,” katanya.

Basarnas juga disiagakan dan melakukan patroli di beberapa daerah, terutama daerah rawan longsor, seperti Tanah Laut, Tanah Bumbu, HSS dan HST. Kerjasama dengan pihak Angkasapura dan Pelabuhan Trisakti.

Rakoor lintas sektoral ini juga dihadiri secara virtual oleh Bupati Banjar H. Saidi Mansyur, Kapolres Banjar Doni Hadi Santoso, Dandim 1006 Banjar Imam Muchtarom dan beberapa kepala dinas terkait, di Aula Tri Brata Polres Banjar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *