BPBD Banjar Imbau Masyarakat Hati-Hati, Cuaca Ekstrem Masih Terjadi

  • Whatsapp

MARTAPURA- Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Banjar H. M Irwan Kumar mengimbau masyarakat agar tetap waspada ditengah cuaca yang tidak menentu seperti saat ini. Karena cuaca ekstrem masih mengancam akan terjadinya banjir bandang, tanah longsor pohon tumbang dan sebagainya.

Hal tersebut di ungkapkan Irwan Kumar saat menghadiri kegiatan launching role model PPKM mikro di Desa Sungai Sipai, Rabu ( 10/03 ) lalu.

Bacaan Lainnya

” Saya imbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang ditimbulkan dari cuaca ekstrem. Seperti banjir bandang, tanah longsor, genangan, pohon tumbang dan jalan licin, karena hujan masih akan terjadi pada pekan 3 dan ke 4 bulan Maret ini, seperti prediksi BMKG, ” imbaunya.

Dikatakan, BPBD Kabupaten Banjar selalu memonitor masyarakat dan juga melaksanakan patroli keliling untuk memeriksa ketinggian air. Untuk saat ini tidak ada masyarakat yang terdampak sampai kondisi parah dan berat. Berdasarkan laporan dari pihak kecamatan, saat ini ketinggian air paling maksimal mencapai 40 centimeter.

” Ketinggian air mencapai maksimal 40 centimeter ini terjadi di Bincau Muara hingga Tunggul Irang sampai ke Teluk Selong. Kondisi tersebut masih dalam kategori aman,” ujarnya.

Irwan Kumar juga meminta masyarakat agar memperhatikan aliran listrik dirumahnya jika terjadi banjir. Selain itu jika ada permintaan masyarakat yang ingin di evakuasi, segera melapor ke petugas setempat, agar bisa dilakukan evakuasi ketempat yang aman.

Menurutnya, saat ini ada 40 desa di 4 kecamatan yang terendam banjir dengan ketinggian 30 sampai 40 centimeter. 4 kecamatan dimaksud masing-masing, Kecamatan Cintapuri, Martapura Barat, Martapura Timur, dan Kecamatan Sungai Tabuk, dengan status waspada.

Musim hujan di Indonesia masih akan berlangsung hingga April 2021. Berdasarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, sepanjang Maret-April 2021 curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia masih berpotensi menengah hingga tinggi, tak terkecuali Kabupaten Banjar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *